Penderita Hidrosefalus (1)

Hidrosefalus adalah penyakit yang terjadi akibat gangguan aliran cairan di dalam otak (cairan serebro spinal) atau akumulasi cairan serebrospinal dalam ventrikel serebral, ruang subarachnoid, atau ruang subdural. Gangguan itu menyebabkan cairan tersebut bertambah banyak yang selanjutnya akan menekan jaringan otak di sekitarnya, khususnya pusat-pusat saraf yang vital (wikipedia.org)

Bayi Saqila Natalia

Penyebab hidrosefalus pada kasus congenital banyak belum diketahui, beberapa kasus <2% berhubungan dengan kromosom X. Penyebab paling sering pada kasus acquired yaitu obstruksi akibat tumor, adanya trauma, perdarahan intrakranial, dan infeksi.

Di Kabupaten OKU tepatnya di Desa Laya Kecamatan Baturaja Barat, terdapat bayi yang berusia 10 Bulan dengan kepala yang berukuran besar atau dalam bahasa medisnya Hidrosefalus. Saqila Natalia nama bayi perempuan yang ditemui langsung oleh Bapak Bupati Kab.OKU, Drs.Kuryana Aziz beserta Direktur RSIS dr.Rynna Dyana dan Dokter Spesialis Anak dr.Dion Darius berkesempatan melihat secara langsung kondisi Bayi Saqila dan keluarganya. Bapak Bupati menyarankan untuk langsung membawa bayi tersebut ke Rumah Sakit Ibnu Sutowo agar dilakukan pemeriksaan dan pengobatan secara mendalam. Melihat Kondisi rumah dan perekonomian keluarga Bapak Ansori (orang tua Saqila) yang hanya seorang petani, Bupati OKU Kuryana Aziz langsung mengatakan kalau ia bersedia menanggung semua biaya pengobatan yang akan dilakukan oleh Bayi Saqila tersebut.

Selain bantuan dari Bapak Bupati OKU, keluarga bayi Saqila juga menerima bantuan dari peserta diklat PIM IV sebesar Rp 1.000.000,. Sumbangan dari SPK angkatan 15 Rp 400.000., dan dari Direktur RSIS dr Rynna Dyana beserta dr.Lidya Mayasari. Sumbangan yang terkumpul akan digunakan untuk biaya pengobatan di RS Palembang

IGD RSIS
Bapak Kuryana Aziz beserta Rombongan Manemui Bayi Saqila Natalia
Bapak Kuryana Aziz Memberikan Doa Kepada Bayi Saqila Natalia

Sesampainya Di Rumah Sakit, bayi tersebut diperiksa di ruang IGD dan ditempatkan diruang rawat inap anak. Dokter spesialis anak menyarankan bayi Saqila dirujuk ke Palembang. Dokter akan memastikannya dengan melakukan pencitraan melalui USG, CT scan, atau MRI. Pencitraan tersebut juga digunakan untuk mengetahui penyebab hidrosefalus dan adanya kondisi lain yang terkait dengan gejala pada Bayi Saqila. Mengingat Rumah Sakit belum menyediakan fasilitas pemeriksaan tersebut.

Penyerahan Bantuan Kepada Orang Tua Bayi Saqila Natalia dari Bapak M.Muslim,S.H.,M.Si sekwan DPRD dan Bapak Fahrizal Chandra, SP dari Disnaker OKU

Sambil melengkapi berkas seperti kelengkapan jaminan kesehatan BPJS, dan pelaporan di Dinas Penduduk dan Catatan Sipil. Bayi Saqila hanya tiga malam dirawat inap di Rumah Sakit dan dipulangkan lagi ke rumahnya. Dikarenakan jika Bayi terlalu lama di Rumah Sakit, kemungkinan resiko terkena infeksi nosokomial yang berasal dari Rumah Sakit.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.