Peraturan Yang ada di RSUD Ibnu Sutowo Baturaja

20151027_113614RSUD Dr. Ibnu Sutowo Baturaja memberikan peraturan tata tertib waktu kunjungan pasien yang ingin membesuk keluarganya yang dirawat agar dapat mematuhi peraturan yang telah di pasang di pintu masuk.

Rumah Sakit juga telah Memasang Peraturan dilarang Merokok bagi setiap pengunjung dan di wajibkan untuk tidak merokok di dalam lingkungan Rumah Sakit

Atas Kerjasamanya di ucapkan terima kasih.

Kenali Penyebab Berat Badan Balita Sulit Naik

akibat-tidak-kontrol-kalori

TANYA:

Dokter, saya memiliki anak perempuan berusia 2 tahun 5 bulan. Saat lahir berat badannya 3,8 kg, panjang 51cm. Saat ini berat badannyanya 11 kg dan tidak kunjung naik sejak 7 bulan terakhir. Apakah mungkin postur tubuhnya yang cenderung kurus dipengaruhi secara genetik karena ayahnya memang kurus? Adakah cara untuk menaikkan berat badannya mengingat dia tidak menyukai makanan yang berserat (daging sapi, daging ayam), dan sayur. Terima kasih Dokter.
Eka (34), Jakarta

JAWAB :
Tampaknya berat badan si kecil tidak kunjung naik lebih disebabkan oleh asupan nutrisinya yang kemungkinan besar masih di bawah kebutuhan optimalnya.

Sebaiknya ibu membawanya ke dokter ahli gizi anak terdekat untuk berkonsultasi mengenai asupan nutrisi yang seharusnya diterima oelh si kecil. Diperlukan suatu analisis asupan makannya sehari-hari untuk kemudian dihitung jumlah kalori yang ia terima dengan pola makan selama ini.

Apabila didapati adanya kesenjangan/kekurangan jumlah kalori yang ia terima maka dokter akan menganjurkan menambah baik kuantitas, kualitas maupun variasi jenis makanan yang seharusnya ia terima.

Faktor keturunan sebaiknya tidak dijadikan acuan mengingat saat usia anak-anak ia memerlukan kalori dan zat gizi yang optimal untuk mencapai tumbuh kembang yang optimal. Bila berat badan maupun tinggi badannya tidak mencapai target maka ditakutkan perkembangan motorik, kognitif dan sosialnya dapat terganggu atau berkurang potensinya.

(sumber : http://health.kompas.com/) 

Makanan Berserat Tinggi Kurangi Resiko Kanker Payudara

kanker payudaraKanker payudara masih menjadi momok khususnya bagi kaum hawa, baik di negara maju maupun berkembang, termasuk Indonesia.

Meski begitu, sebuah studi terbaru yang dipublikasikan dalam American Journal of Clinical Nutrition menunjukkan bahwa perempuan dapat mengurangi risiko kanker payudara sebesar 7 persen ketika mengkonsumsi 10 gram serat yang ditambahkan ke makanan sehari-hari mereka.

Para peneliti mengatakan bahwa serat bisa membantu menurunkan kadar hormon estrogen di dalam tubuh. Estrogen diketahui menjadi faktor perkembangan awal dan pertumbuhan dari kanker payudara.

Sebuah teori menunjukkan bahwa serat bisa menghambat proses penyerapan estrogen dalam darah. Teori lainnya juga menunjukkan bahwa orang yang mengkonsumsi banyak serat memiliki kecenderungan untuk mengkonsumsi sedikit lemak. Makanan tinggi lemak diketahui bisa meningkatkan risiko kanker payudara.

Berikut makanan kaya serat yang bisa mencegah kanker payudara :

  • Lentil
    Lentil mengandung phytoestrogrens dan merupakan sumber folat atau vitamin B terbaik yang dapat membantu produksi sel. Selain itu, lentil mengandung sekitar 16 gram serat per cangkirnya. Penelitian telah menunjukkan bahwa wanita yang mengonsumsi lentil diketahui lebih rendah 44 persen dalam mengembangkan kanker payudara.
  • Delima
    Delima memiliki sifat untuk melawan kanker. Buah ini menawarkan 6 gram serat percangkirnya dan mengandung lebih dari 100 jenis fitonutrien, bahan kimia alami yang menawarkan banyak manfaat kesehatan. Jus buah delima khususnya telah terbukti mampu menghambat perkembangan atau pertumbuhan sel-sel kanker payudara serta mencegah proses metastasis.
  • Gandum
    Gandum adalah salah satu makanan yang kaya serat. Gandum dapat membantu mempercepat metabolisme estrogen, hormon yang berkaitan dengan risiko kanker payudara.
  • Brokoli
    Brokoli diketahui bisa mengurangi jumlah sel kanker payudara berkat kandungan sulforaphane yang dapat membantu melawan kanker, serta bisa mencapai jaringan kanker payudara dengan waktu kurang lebih satu jam.
  • Kenari
    Kenari bisa menjadi camilan renyah yang dapat dinikmati setiap saat. Setiap gigitannya memberikan tambahan asupan omega-3, serat, dan protein. Para peneliti mengungkapkan bahwa kenari bisa membantu mengurangi ukuran tumor berkat sifat anti-inflamsi yang dimilikinya. Secangkir kenari mengandung 5 gram serat.

Sumber : http://doktersehat.com/ 

Ibnu Sutowo, Sosok Dokter Serba Bisa

“Dalam mencermati kisah hidup Dr. Ibnu Sutowo, timbul pertanyaan, bagaimana mungkin seorang dokter dalam bidang kesehatan dapat bermatomorfose menjadi seorang prajurit , pengusaha, manajer, direktur dan menteri yang sukses ? benarkah pola piker , sikap dan tindakan seorang dokter telah mnejadi roh dalam tugasnya yang ruang lingkupknya jauh dari ilmu2 kedokterana

Dalam Gelaran Acara Bedah Buku Ibnu Sutowo Karya Ramadhan KH,Guru Besar Obstetri Dan Ginekologi FK Unair Prof. M. Dikman Angsar, dr.,Sp.OG sebagai salah satu pembicara didalamnya mencoba menterjemahkan pandangan beliau tentang seorang Ibnu Sutowo lewat kaca mata Profesi Kedokteran.

Diawal perjalanan, Ibnu Sutowo merupakan Alumni NIAS (Netherlands Indische Artesen School) pada saat itu, kemudian selepas pendidikan kedokteran di Surabaya, pada tahun 1940 Ibnu Sutowo bekerja sebagai dokter di Palembang dan Martapura. Setelah masa kemerdekaan, ia sempat bertugas sebagai Kepala Jawatan Kesehatan Tentara se-Sumatera Selatan (1946-1947). Hingga Pada tahun 1955, Sutowo ditunjuk sebagai Panglima TT-II Sriwijaya.

Prof Dikman Menyampaikan secara gamblang beberapa point positif yang melekat dalam diri seorang Ibnu Sutowo sebagai seorang dokter yang layak diteladani. Pertama, Bagi seorang dokter , kemampuan interpersonal menjadi salah satu kemampuan yang penting dalam menghadapi pasien dan masyarakat.

Banyak keluhan ketidak puasan pasien , umumnya terjadi akibat kemampuan hubungan interpersonal dokter yang tak mumpuni, dapat diprediksi , bagi setiap orang yang punya kemampuan hubungan interpersonal yang baik, akan sukses dalam kariernya.

Ibnu sutowo punya kemampuan bersosialisasi yang baik . karena Untuk dapat mencapai apa yang diimnginkan, yakni terjun di masyarakat, dan masyarakat sebagai pasien, diperlukan kemmapuan hubungan social yang baik.

Kedua,seorang dokter harus memilki good knowledge (pengetahuan kedokteran yang mumpuni). Dalam buku nya Ibnu Sutowo mengatakan ingin menekuni masalah kesehatan masayarajat, sebab baginya kesehatan masyarakat merupakan salah satu modal utama untuk menciptakan kesejahteraan masyarakat.Pada saat itu beliau sudah sangat community oriented , satu metode pembelajaran yang sekarang diajarkan di FK di Indonesia.

Dalam menjalankan tugasnya, dokter akan banyak melakukan banyak tindakan yang memakai komponen motorik tubuhnya, ini sering disebut dengan kemampuan keterampilan atau technical skill, ditinjau dari keterampilan motorik , kemampuan dokter bisa dibedakan apakah dia kompeten atau kapabel.

Prof Dikman menjelaskan, Kompeten artinya seorang dokter dapat melakukan tindakan dengan hasil baik pada situasi dan sarana yang ideal, sedangkan Kapabel adalah si dokter dapat melakukan tindakan dengan hasil baik pada situasi yang tak ideal (seadanya).

Dari hasil pengamatan, Ibnu sutowo adalah seorang yang kapabel, terbukti saat beliau melakukan pembedahan gawat darurat pada bambang utoyo saat musibah dilubuk lingau.Tangan kanan Bambang Utoyo hancur akibat granat yang dipegangnya meledak.

Operasi amputasi pada tangan beliau berhasil dengan baik, meski dengan sarana seadannya. Malah hasil operasi tangan beliau mendapat acungan jempol oleh dokter jerman.

Seorang dokter atau siapapun harus selalu siap menjalankan tugasnya dengan sarana seadanyaa ujar Prof. Dikman.

Dalam kutipan buku dijelaskan Tiadanya sarana dan berangkat dari modal nol, ibnu sutowo mengatakan “suatu latihan yang sangat bagus ialah bekerja dalam kondisi yang sangat memaksa kita, kita harus lakukan yang esensial, yang fundamental , sumber daya apa yang anda punya” Demikian kata ibnu sutowo.

Bagi Prof Dikman, Sosok Ibnu sutowo dapat menunjukkan keteladanan bagi generasi dokter yang akan datang , karena keberhasilannya dalam mengelola berbagai usaha yang rumit berdasarkan atas sadar atau tidak sadar- memakai pola pikir, pola sikap dan pola tindak seorang dokter, tidak harus berfikir linier, bila perlu berfikir zig-zag asal tetap berdiri diatas nilai- nilai fundamental seorang dokter (sumber : http://www.fk.unair.ac.id/)

Sosialisasi Regionalisasi RS Rujukan Provinsi Sumatera Selatan

sosialisasiBeberapa hari yang lalu tepatnya tanggal 30 Juni 2015 Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan mengadakan “Sosialisasi Regionalisasi Rumah Sakit Rujukan Provinsi Sumatera Selatan” ke Baturaja Kabupaten Ogan Komering Ulu. Dalam acara tersebut Kadinkes Prov.Sumsel. beserta rombongan mengadakan Pertemuan dengan Bupati OKU, Kepala Dinas Kesehatan OKU, OKU Timur, OKU Selatan, Kepala RSUD dr. Ibnu Sutowo Baturaja, Kepala RSUD Martapura dan Kepala RSUD Muara Dua. Sesuai dengan Peraturan Gubernur Sumatera Selatan yang telah menetapkan Rumah Sakit Umum Daerah dr. Ibnu Sutowo sebagai salah satu Rumah Sakit Rujukan Regional di Wilayah OKU raya, diharapkan rumah sakit tersebut dalam lima tahun kedepan menjadi rumah sakit pendidikan type B maka perlu diadakan koordinasi yang baik antara Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dengan Dinas Kesehatan Kabupaten OKU, OKUS dan OKUT. Gambar: Photo Bersama Peserta Rapat Sosialisasi Regionalisasi RS Rujukan Provinsi Sumatera Selatan di Kantor Bupati OKU.

RSUD Kabupaten OKU Segera Direlokasi

asisten-i-drs-a-junadiHal itu dikatakan Bupati OKU diwakili Drs Asisten I Pemkab OKU Drs Akhmad Junad MMi di hadapan ratusan wartawan media cetak dan elektronik pada acara media gathering sosialisasi rencana relokasi RSUD Ibnu Sutomo dan silaturahmi antara jajaran Pemkab OKU dengan insan Pers di Kabupaten OKU. Acara dipusatkan di RM SS Kebunjati Kecamatan Baturaja Timur Sabtu ( 30/11/2013).

Hadir pada acara Direktur RSUD Dr Ibnu Sutowo Batura Dr Harseno, kepala Dinas Kesehatan Kabupaten OKU diwakili oleh Lukman Hakim, staf perencanaan dan program RSUD Dr Ibnu Sutowo Hadi Sukanto.(sumber : Sripoku.Com) 

RSUD Dr. Ibnu Sutowo Baturaja Beralih Status menjadi RSUD Tipe A

Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu terus meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui rumah sakit dan poliklinik yang ada. Kabupaten Ogan Komering Ulu yang saat ini telah memiliki dua rumah sakit besar, seperti RSUD Ibnu Sutowo dan Rumah Sakit Antonio Baturaja ditambah poliklinik yang ada, siap membantu masyarakat untuk memeriksa kesehatan. RSUD Ibnu Sutowo yang merupakan satu-satunya rumah sakit kabupaten yang memiliki lima unit alat pencuci darah atau hemodialisa, sangat diharapkan masyarakat untuk berobat.

Bupati OKU, Kuryana Azis kepada RRI, Senin (20/10/14) mengatakan, saat ini pihaknya sedangkan mengusulkan untuk alih status RSUD menjadi tipe A.
Sesuai dengan rencana kami akan memperluas rumah sakit ini menjadi type A namun belum terealisasi tapi lahan sudah siap, detail engineering desaign sudah dilakukan, tinggal menunggu dana dari pusat serta sebagai informasi di RSUD Ibnu Sutowo saat ini sudah ada 5 mesin alat pencuci darah untuk masyarakat, jelas Kuryana

Menurut Bupati, sejalan dengan peningkatan program kesehatan yang ada juga diiringi dengan program sekolah gratis yang sudah berjalan sesuai program Pemerintah Provinsi Sumsel.

Ditambahkan Kuryana, pihaknya sangat membutuhkan masukan masyarakat mengenai perkembangan pembangunan di Kabupaten OKU sehingga jika ada keluhan dan aspirasi masyarakat yang mendasar dapat segera direalisasikan bersama.

RSUD Kebanjiran Pasien Diare

Ruang rawat inap penyakit anak RSUD Ibnu Sutowo Baturaja, tak mampu lagi menampung pasien baru. Membludaknya, pasien anak dengan penyakit diare menjadi penyebabnya.

Direktur RSUD, Dr Harseno, melalui Kaur Humas, H Turipno SKM, saat ditemui membenarkan, sejak beberapa hari terakhir rumah sakit kebanjiran pasien anak. Pasien yang dirawat inap ini didominasi oleh penderita diare.

Oleh sebab itu, saat ini ruang anak tidak bisa lagi menampung pasien baru. Terpaksa kita menggunakan ruang kebidanan untuk menampung pasien. Itu pun belum mencukupi dan terpaksa pasien dipindah ke ruang rawai inap sementara sebelah ruang IGD. Itu juga sudah menggunakan kasur tambahan dilantai, karena semua bed penuh, urainya.

Turipno mengaku, diare telah mewabah sejak beberapa hari terakhir ini, penyebabnya karena faktor lingkungan dan makanan yang dikonsumsi balita, tidak bersih. Dan penyakit ini tak bisa dianggap remeh karena bisa menyerang secara aktif pada balita mulai umur 8 bulan hingga 1,5 tahun.

Bayi seusia ini masih menggunakan air susu ibu (ASI). Jadi untuk mengantisipasinya di rumah, ibu bayi harus makan makanan yang bersih, jangan sembarangan mengkosumsi makanan. Lingkungan juga harus selalu bersih. Tapi kita pastikan, kejadian ini bukanya kejadian luar biasa (KLB) hanya sekedar mewabah saja,

RSUD Ibnu Soetowo Segera Terapkan Sistem BLUD

rsud dr ibnu sutowoRSUD Ibnu Sutowo akan menerapkan sistem pelayanan dengan pengelolaan badan layanan umum daerah (BLUD).Hal itu dilakukan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat di bidang Kesehatan.

Wakil Bupati Ogan Komering Ulu (OKU) H Kuryana Azis mengatakan, penerapan BLUD paling lambat dilakukan pada 2013.Tujuan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) OKU menerapkan sistem BLUD ini adalah meningkatkan pelayanan rumah sakit (RS) kepada masyarakat dengan tarif yang terjangkau masyarakat. Penerapan BLUD diharapkan bisa membuat RSUD semakin berkembang karena rumah sakit milik pemda tersebut dapat mengelola keuangannya sendiri.”Tujuannya tidak lain untuk pelayanan kepada masyarakat,” ujar Kuryana kemarin.

Dengan sistem BLUD, pelayanan RSUD akan cepat, tepat, ramah,manusiawi,dan murah/ gratis. Selain itu, peng-elolaan keuangan rumah sakit dapat dilakukan pihak RS itu sendiri.”Intinya,BLUD menjadikan alat untuk meningkatkan kinerja pelayanan publik melalui penerapan manajemen keuangan berbasis hasil dalam pengelolaan keuangan. Jadi, kualitas layanan yang baik, cepat, efisien, dan efektif dapat dinikmati masyarakat,” kata Kuryana.

Dia menerangkan, sebetulnya pengelolaan RS melalui sistem BLUD telah dikenalkan sejak 2005 oleh pemerintah pusat. Namun,untuk penerapan di RSUD Ibnu Sutowo Baturaja memerlukan proses, mulai persiapan administrasi, sumber saya manusia (SDM), hingga sarana-prasarana yang diperlukan untuk mendukung sistem BLUD di RS Ibnu Sutowo Baturaja. “Setiap tahun Pemerintah Kabupaten OKU berusaha melengkapi persyaratan menuju penerapan sistem BLUD.

Dengan menerapkan layanan sistem BLUD, RS akan leluasa mengelola keuangannya. Selama ini setiap penerimaan RS harus disetor ke kas daerah terlebih dahulu sehingga pihak RS tidak dapat menggunakan pendapatannya secara langsung. Apa pun yang terjadi, tahun depan (2013) sistem BLUD kita terapkan di RSUD Ibnu Sutowo Baturaja,” ungkap Kuryana. Terpisah, sistem BLUD dinilai Bupati OKU Yulius Nawawi bisa memberikan efek positif bagi perkembangan rumah sakit.