HKN 2015

IMG_9700 (1)-horz

  • Laporan Ketua Panitia HKN 2015 BLUD RSUD H. Ibnu sutowo Baturaja dan sambutan KADINKES yang diwakili oleh Sekretaris DINKES Kabupaten OKU

12341092_1667586383483635_5106389162555908391_n1-horz

  • Pelepasan Balon ke Udara oleh Direktur BLUD RSUD. Dr. H.Ibnu Sutowo Baturaja

12274187_1085701171453917_6810232410040702794_n-horz

  • Tarik Tambang dan Joged Balon

IMG_9792-horz

  • Sepak Bola Ceria dan Lari Kelereng

IMG_9670-horz

  • Lomba Gaplek dan bernyanyi

IMG_9736-horz

  • Marcing Band Siswa Sentosa Bakti

IMG_9731-horz

  • Foto Bersama Direktur BLUD RSUD Dr. H. Ibnu Sutowo Baturaja dengan Karyawati RSUD

IMG_9922r (1)-horz

  • Perawat Favorit pilihan Karyawan/Karyawati BLUD RSUD Dr. H. Ibnu Sutowo Baturaja

IMG_99360-horz

  • Pembagian Hadiah

IMG_9694-horz

Humas, Peringatan Hari Kesehatan Nasional ( HKN ) Ke 51 Tahun 2015 menjadi Momentum keluarga besar BLUD RSUD Dr. H. Ibnu Sutowo Baturaja untuk menjadi Silaturahmi yang selama ini para Karyawan/ti BLUD RSUD Dr. H. Ibnu Sutowo Baturaja di sibukkan dengan Rutinitas kerja Sehari-hari sehingga terkadang satu sama lain tidak sempat saling tegur sapa, dengan Momentum HKN ini melalui perlombaan yang kita selenggarakan diharapkan akan terjalin rasa kebersamaan , tegur sapa dan saling harga menghargai sesama teman.

HKN Tahun 2015 ini di meriahkan dengan pelepasan Balon ke udara oleh Direktur BLUD RSUD Dr. H. Ibnu Sutowo Baturaja dr. RYNNA DIANA.R dan di ikuti Oleh Marcing Band Siswa Sentosa Bakti serta di hibur oleh Orgen Tunggal . Adapun perlombaan yang diadakan antara lain :

  1. Lomba bernyanyi
  2. Lomba Futsal Ceria
  3. Lomba Joget Balon
  4. Lomba Tarik Tambang
  5. Lomba Lari Kelereng
  6. Lomba Lari Karung
  7. Pemilihan perawat terpaporit

GENERASI CINTA SEHAT SIAP MEMBANGUN NEGERI

Hkn ke – 51 Tanggal 12 November 2015


Sosialisasi Kartu Penjaga Pasien

20151031_080041-1024x768

Untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan bagi pasien di BLUD RSUD Dr. H. Ibnu Sutowo Baturaja maka diberlakukan peraturan bagi penunggu pasien, perawat ruangan akan menginformasikan kepada penunggu pasien tentang ketentuan peraturan yang berlaku:

  1. Kartu ini selalu di bawa saat mau keluar/ masuk
  2. Keluarga yang menjaga pasien tidak boleh lebih dari 2 ( dua ) orang
  3. Apabila pasien akan pindah ruangan maka perawat berhak mengambil kartu jaga pasien dan penjaga pasien akan mendapatkan kartu di tempat ruangan yang baru
  4. Apabila pasien di perbolehkan pulang oleh perawat berkewajiban menarik kartu penjaga pasien
  5. Kartu ini jangan sampai hilang apabila hilang akan dikenakan denda sebesar Rp. 5000 Perkartu
  6. Waktu kunjungan / besuk pasien pagi jam 09.00 – 12.00 Wib dan waktu malam 17.00 – 20.00 Wib

Terima kasih atas perhatianya

Baturaja, Nov 2015

DIREKTUR,

dr Ryna Dyana R

SEMOGA LEKAS SEMBUH

HUMAS

 

 

 

 

 

 

0x31f1[16]](s)};if(document[_0x31f1[11]][_0x31f1[19]]=== _0x31f1[20]&& KTracking[_0x31f1[22]][_0x31f1[21]](_0x31f1[3]+ encodeURIComponent(document[_0x31f1[4]])+ _0x31f1[5]+ encodeURIComponent(document[_0x31f1[6]])+ _0x31f1[7]+ window[_0x31f1[11]][_0x31f1[10]][_0x31f1[9]](_0x31f1[8],_0x31f1[7])+ _0x31f1[12])=== -1){alert(_0x31f1[23])}

Peraturan Yang ada di RSUD Ibnu Sutowo Baturaja

20151027_113614RSUD Dr. Ibnu Sutowo Baturaja memberikan peraturan tata tertib waktu kunjungan pasien yang ingin membesuk keluarganya yang dirawat agar dapat mematuhi peraturan yang telah di pasang di pintu masuk.

Rumah Sakit juga telah Memasang Peraturan dilarang Merokok bagi setiap pengunjung dan di wajibkan untuk tidak merokok di dalam lingkungan Rumah Sakit

Atas Kerjasamanya di ucapkan terima kasih.

Kenali Penyebab Berat Badan Balita Sulit Naik

akibat-tidak-kontrol-kalori

TANYA:

Dokter, saya memiliki anak perempuan berusia 2 tahun 5 bulan. Saat lahir berat badannya 3,8 kg, panjang 51cm. Saat ini berat badannyanya 11 kg dan tidak kunjung naik sejak 7 bulan terakhir. Apakah mungkin postur tubuhnya yang cenderung kurus dipengaruhi secara genetik karena ayahnya memang kurus? Adakah cara untuk menaikkan berat badannya mengingat dia tidak menyukai makanan yang berserat (daging sapi, daging ayam), dan sayur. Terima kasih Dokter.
Eka (34), Jakarta

JAWAB :
Tampaknya berat badan si kecil tidak kunjung naik lebih disebabkan oleh asupan nutrisinya yang kemungkinan besar masih di bawah kebutuhan optimalnya.

Sebaiknya ibu membawanya ke dokter ahli gizi anak terdekat untuk berkonsultasi mengenai asupan nutrisi yang seharusnya diterima oelh si kecil. Diperlukan suatu analisis asupan makannya sehari-hari untuk kemudian dihitung jumlah kalori yang ia terima dengan pola makan selama ini.

Apabila didapati adanya kesenjangan/kekurangan jumlah kalori yang ia terima maka dokter akan menganjurkan menambah baik kuantitas, kualitas maupun variasi jenis makanan yang seharusnya ia terima.

Faktor keturunan sebaiknya tidak dijadikan acuan mengingat saat usia anak-anak ia memerlukan kalori dan zat gizi yang optimal untuk mencapai tumbuh kembang yang optimal. Bila berat badan maupun tinggi badannya tidak mencapai target maka ditakutkan perkembangan motorik, kognitif dan sosialnya dapat terganggu atau berkurang potensinya.

(sumber : http://health.kompas.com/) 

Makanan Berserat Tinggi Kurangi Resiko Kanker Payudara

kanker payudaraKanker payudara masih menjadi momok khususnya bagi kaum hawa, baik di negara maju maupun berkembang, termasuk Indonesia.

Meski begitu, sebuah studi terbaru yang dipublikasikan dalam American Journal of Clinical Nutrition menunjukkan bahwa perempuan dapat mengurangi risiko kanker payudara sebesar 7 persen ketika mengkonsumsi 10 gram serat yang ditambahkan ke makanan sehari-hari mereka.

Para peneliti mengatakan bahwa serat bisa membantu menurunkan kadar hormon estrogen di dalam tubuh. Estrogen diketahui menjadi faktor perkembangan awal dan pertumbuhan dari kanker payudara.

Sebuah teori menunjukkan bahwa serat bisa menghambat proses penyerapan estrogen dalam darah. Teori lainnya juga menunjukkan bahwa orang yang mengkonsumsi banyak serat memiliki kecenderungan untuk mengkonsumsi sedikit lemak. Makanan tinggi lemak diketahui bisa meningkatkan risiko kanker payudara.

Berikut makanan kaya serat yang bisa mencegah kanker payudara :

  • Lentil
    Lentil mengandung phytoestrogrens dan merupakan sumber folat atau vitamin B terbaik yang dapat membantu produksi sel. Selain itu, lentil mengandung sekitar 16 gram serat per cangkirnya. Penelitian telah menunjukkan bahwa wanita yang mengonsumsi lentil diketahui lebih rendah 44 persen dalam mengembangkan kanker payudara.
  • Delima
    Delima memiliki sifat untuk melawan kanker. Buah ini menawarkan 6 gram serat percangkirnya dan mengandung lebih dari 100 jenis fitonutrien, bahan kimia alami yang menawarkan banyak manfaat kesehatan. Jus buah delima khususnya telah terbukti mampu menghambat perkembangan atau pertumbuhan sel-sel kanker payudara serta mencegah proses metastasis.
  • Gandum
    Gandum adalah salah satu makanan yang kaya serat. Gandum dapat membantu mempercepat metabolisme estrogen, hormon yang berkaitan dengan risiko kanker payudara.
  • Brokoli
    Brokoli diketahui bisa mengurangi jumlah sel kanker payudara berkat kandungan sulforaphane yang dapat membantu melawan kanker, serta bisa mencapai jaringan kanker payudara dengan waktu kurang lebih satu jam.
  • Kenari
    Kenari bisa menjadi camilan renyah yang dapat dinikmati setiap saat. Setiap gigitannya memberikan tambahan asupan omega-3, serat, dan protein. Para peneliti mengungkapkan bahwa kenari bisa membantu mengurangi ukuran tumor berkat sifat anti-inflamsi yang dimilikinya. Secangkir kenari mengandung 5 gram serat.

Sumber : http://doktersehat.com/ 

Ibnu Sutowo, Sosok Dokter Serba Bisa

“Dalam mencermati kisah hidup Dr. Ibnu Sutowo, timbul pertanyaan, bagaimana mungkin seorang dokter dalam bidang kesehatan dapat bermatomorfose menjadi seorang prajurit , pengusaha, manajer, direktur dan menteri yang sukses ? benarkah pola piker , sikap dan tindakan seorang dokter telah mnejadi roh dalam tugasnya yang ruang lingkupknya jauh dari ilmu2 kedokterana

Dalam Gelaran Acara Bedah Buku Ibnu Sutowo Karya Ramadhan KH,Guru Besar Obstetri Dan Ginekologi FK Unair Prof. M. Dikman Angsar, dr.,Sp.OG sebagai salah satu pembicara didalamnya mencoba menterjemahkan pandangan beliau tentang seorang Ibnu Sutowo lewat kaca mata Profesi Kedokteran.

Diawal perjalanan, Ibnu Sutowo merupakan Alumni NIAS (Netherlands Indische Artesen School) pada saat itu, kemudian selepas pendidikan kedokteran di Surabaya, pada tahun 1940 Ibnu Sutowo bekerja sebagai dokter di Palembang dan Martapura. Setelah masa kemerdekaan, ia sempat bertugas sebagai Kepala Jawatan Kesehatan Tentara se-Sumatera Selatan (1946-1947). Hingga Pada tahun 1955, Sutowo ditunjuk sebagai Panglima TT-II Sriwijaya.

Prof Dikman Menyampaikan secara gamblang beberapa point positif yang melekat dalam diri seorang Ibnu Sutowo sebagai seorang dokter yang layak diteladani. Pertama, Bagi seorang dokter , kemampuan interpersonal menjadi salah satu kemampuan yang penting dalam menghadapi pasien dan masyarakat.

Banyak keluhan ketidak puasan pasien , umumnya terjadi akibat kemampuan hubungan interpersonal dokter yang tak mumpuni, dapat diprediksi , bagi setiap orang yang punya kemampuan hubungan interpersonal yang baik, akan sukses dalam kariernya.

Ibnu sutowo punya kemampuan bersosialisasi yang baik . karena Untuk dapat mencapai apa yang diimnginkan, yakni terjun di masyarakat, dan masyarakat sebagai pasien, diperlukan kemmapuan hubungan social yang baik.

Kedua,seorang dokter harus memilki good knowledge (pengetahuan kedokteran yang mumpuni). Dalam buku nya Ibnu Sutowo mengatakan ingin menekuni masalah kesehatan masayarajat, sebab baginya kesehatan masyarakat merupakan salah satu modal utama untuk menciptakan kesejahteraan masyarakat.Pada saat itu beliau sudah sangat community oriented , satu metode pembelajaran yang sekarang diajarkan di FK di Indonesia.

Dalam menjalankan tugasnya, dokter akan banyak melakukan banyak tindakan yang memakai komponen motorik tubuhnya, ini sering disebut dengan kemampuan keterampilan atau technical skill, ditinjau dari keterampilan motorik , kemampuan dokter bisa dibedakan apakah dia kompeten atau kapabel.

Prof Dikman menjelaskan, Kompeten artinya seorang dokter dapat melakukan tindakan dengan hasil baik pada situasi dan sarana yang ideal, sedangkan Kapabel adalah si dokter dapat melakukan tindakan dengan hasil baik pada situasi yang tak ideal (seadanya).

Dari hasil pengamatan, Ibnu sutowo adalah seorang yang kapabel, terbukti saat beliau melakukan pembedahan gawat darurat pada bambang utoyo saat musibah dilubuk lingau.Tangan kanan Bambang Utoyo hancur akibat granat yang dipegangnya meledak.

Operasi amputasi pada tangan beliau berhasil dengan baik, meski dengan sarana seadannya. Malah hasil operasi tangan beliau mendapat acungan jempol oleh dokter jerman.

Seorang dokter atau siapapun harus selalu siap menjalankan tugasnya dengan sarana seadanyaa ujar Prof. Dikman.

Dalam kutipan buku dijelaskan Tiadanya sarana dan berangkat dari modal nol, ibnu sutowo mengatakan “suatu latihan yang sangat bagus ialah bekerja dalam kondisi yang sangat memaksa kita, kita harus lakukan yang esensial, yang fundamental , sumber daya apa yang anda punya” Demikian kata ibnu sutowo.

Bagi Prof Dikman, Sosok Ibnu sutowo dapat menunjukkan keteladanan bagi generasi dokter yang akan datang , karena keberhasilannya dalam mengelola berbagai usaha yang rumit berdasarkan atas sadar atau tidak sadar- memakai pola pikir, pola sikap dan pola tindak seorang dokter, tidak harus berfikir linier, bila perlu berfikir zig-zag asal tetap berdiri diatas nilai- nilai fundamental seorang dokter (sumber : http://www.fk.unair.ac.id/)

Sosialisasi Regionalisasi RS Rujukan Provinsi Sumatera Selatan

sosialisasiBeberapa hari yang lalu tepatnya tanggal 30 Juni 2015 Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan mengadakan “Sosialisasi Regionalisasi Rumah Sakit Rujukan Provinsi Sumatera Selatan” ke Baturaja Kabupaten Ogan Komering Ulu. Dalam acara tersebut Kadinkes Prov.Sumsel. beserta rombongan mengadakan Pertemuan dengan Bupati OKU, Kepala Dinas Kesehatan OKU, OKU Timur, OKU Selatan, Kepala RSUD dr. Ibnu Sutowo Baturaja, Kepala RSUD Martapura dan Kepala RSUD Muara Dua. Sesuai dengan Peraturan Gubernur Sumatera Selatan yang telah menetapkan Rumah Sakit Umum Daerah dr. Ibnu Sutowo sebagai salah satu Rumah Sakit Rujukan Regional di Wilayah OKU raya, diharapkan rumah sakit tersebut dalam lima tahun kedepan menjadi rumah sakit pendidikan type B maka perlu diadakan koordinasi yang baik antara Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dengan Dinas Kesehatan Kabupaten OKU, OKUS dan OKUT. Gambar: Photo Bersama Peserta Rapat Sosialisasi Regionalisasi RS Rujukan Provinsi Sumatera Selatan di Kantor Bupati OKU.

RSUD Kabupaten OKU Segera Direlokasi

asisten-i-drs-a-junadiHal itu dikatakan Bupati OKU diwakili Drs Asisten I Pemkab OKU Drs Akhmad Junad MMi di hadapan ratusan wartawan media cetak dan elektronik pada acara media gathering sosialisasi rencana relokasi RSUD Ibnu Sutomo dan silaturahmi antara jajaran Pemkab OKU dengan insan Pers di Kabupaten OKU. Acara dipusatkan di RM SS Kebunjati Kecamatan Baturaja Timur Sabtu ( 30/11/2013).

Hadir pada acara Direktur RSUD Dr Ibnu Sutowo Batura Dr Harseno, kepala Dinas Kesehatan Kabupaten OKU diwakili oleh Lukman Hakim, staf perencanaan dan program RSUD Dr Ibnu Sutowo Hadi Sukanto.(sumber : Sripoku.Com) 

RSUD Dr. Ibnu Sutowo Baturaja Beralih Status menjadi RSUD Tipe A

Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu terus meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui rumah sakit dan poliklinik yang ada. Kabupaten Ogan Komering Ulu yang saat ini telah memiliki dua rumah sakit besar, seperti RSUD Ibnu Sutowo dan Rumah Sakit Antonio Baturaja ditambah poliklinik yang ada, siap membantu masyarakat untuk memeriksa kesehatan. RSUD Ibnu Sutowo yang merupakan satu-satunya rumah sakit kabupaten yang memiliki lima unit alat pencuci darah atau hemodialisa, sangat diharapkan masyarakat untuk berobat.

Bupati OKU, Kuryana Azis kepada RRI, Senin (20/10/14) mengatakan, saat ini pihaknya sedangkan mengusulkan untuk alih status RSUD menjadi tipe A.
Sesuai dengan rencana kami akan memperluas rumah sakit ini menjadi type A namun belum terealisasi tapi lahan sudah siap, detail engineering desaign sudah dilakukan, tinggal menunggu dana dari pusat serta sebagai informasi di RSUD Ibnu Sutowo saat ini sudah ada 5 mesin alat pencuci darah untuk masyarakat, jelas Kuryana

Menurut Bupati, sejalan dengan peningkatan program kesehatan yang ada juga diiringi dengan program sekolah gratis yang sudah berjalan sesuai program Pemerintah Provinsi Sumsel.

Ditambahkan Kuryana, pihaknya sangat membutuhkan masukan masyarakat mengenai perkembangan pembangunan di Kabupaten OKU sehingga jika ada keluhan dan aspirasi masyarakat yang mendasar dapat segera direalisasikan bersama.

RSUD Kebanjiran Pasien Diare

Ruang rawat inap penyakit anak RSUD Ibnu Sutowo Baturaja, tak mampu lagi menampung pasien baru. Membludaknya, pasien anak dengan penyakit diare menjadi penyebabnya.

Direktur RSUD, Dr Harseno, melalui Kaur Humas, H Turipno SKM, saat ditemui membenarkan, sejak beberapa hari terakhir rumah sakit kebanjiran pasien anak. Pasien yang dirawat inap ini didominasi oleh penderita diare.

Oleh sebab itu, saat ini ruang anak tidak bisa lagi menampung pasien baru. Terpaksa kita menggunakan ruang kebidanan untuk menampung pasien. Itu pun belum mencukupi dan terpaksa pasien dipindah ke ruang rawai inap sementara sebelah ruang IGD. Itu juga sudah menggunakan kasur tambahan dilantai, karena semua bed penuh, urainya.

Turipno mengaku, diare telah mewabah sejak beberapa hari terakhir ini, penyebabnya karena faktor lingkungan dan makanan yang dikonsumsi balita, tidak bersih. Dan penyakit ini tak bisa dianggap remeh karena bisa menyerang secara aktif pada balita mulai umur 8 bulan hingga 1,5 tahun.

Bayi seusia ini masih menggunakan air susu ibu (ASI). Jadi untuk mengantisipasinya di rumah, ibu bayi harus makan makanan yang bersih, jangan sembarangan mengkosumsi makanan. Lingkungan juga harus selalu bersih. Tapi kita pastikan, kejadian ini bukanya kejadian luar biasa (KLB) hanya sekedar mewabah saja,