Senam Anti Stroke, Hand Hygine Di Poliklinik

Stroke adalah suatu kejadian rusaknya sebagian dari otak. Terjadi jika pembuluh darah arteri yang mengalirkan darah ke otak tersumbat, robek, atau bocor. Stroke, atau cerebrovascular accident (CVA), merupakan hilangnya fungsi-fungsi otak dengan cepat, karena gangguan suplai darah ke otak. Hal ini dapat terjadi karena iskemia (berkurangnya aliran darah) dikarenakan oleh penyumbatan (thrombosis, arterial embolism), atau adanya haemorrhage (pendarahan) (wikipedia.org).

Pasien Poliklinik melakukan senam anti stroke

Salah satu pencegahan pasca stroke atau antisipasi penyakit stroke yaitu dengan Senam Anti Stroke. Senam stroke ini mampu mengembalikan aktivitas motorik hingga lebih baik lagi,” menurut fisioterapi RSUD Ibnu Sutowo, Eva Arleni, Rabu (19.06.2019). Kegiatan ini telah rutin dilaksanakan oleh Poliklinik RSUD Ibnu Sutowo setiap hari kamis pada jam kerja. Sasaran utama para pengunjung pasien Poliklinik yang sedang berobat. selain senam anti stroke,ada juga pengenalan tentang cuci tangan atau dikenal dengan Hand Hygine. Melalui Instruktur yang diajarkan oleh staf IPCN, semua pasien ikut serta melakukan langkah – langkah cuci tangan yang benar menurut WHO.

Langkah – Langkah Mencuci Tangan Menurut WHO

PBB melalui WHO sejak tahun 2008 menetapkan “Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia” (HCTPS) secara global setiap pada tanggal 15 Oktober setiap tahun. Cuci tangan adalah membasuh kedua telapak tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum dan sesudah melakukan tindakan dengan tujuan untuk menghilangkan kuman. Membiasakan cuci tangan sejak dini merupakan langkah awal untuk mencegah masuknya kuman dan resiko tertularnya penyakit.

Perawat Mengajarkan Langkah – Langkah Cuci Tangan

PENDERITA HIDROSEFALUS (2)

Keberangkatan Syakila dan orang tuanya ke Palembang pada tanggal 09 Juni 2019 didampingi oleh Perawat Diana Hadi, S.Kep yang merupakan salah satu staf IPCN RSUD Ibnu Sutowo Baturaja.

Syakila direncanakan akan menjalani pengobatan di Rumah Sakit Mohamad Husin (RSMH) Palembang yang merupakan RS rujukan Provinsi Sumatera Selatan. Menurut Perawat Diana, Syakila akan menginap di Wisma RSMH dengan biaya penginapan Rp 150.000 /malamnya.

Perawat Diana Hadi, S.Kep
Penginapan Wisma RSMH

Dokter yang bertanggung jawab mengambil kasus Hidrosefalus ini yaitu dr.Trijoso Permono, Sp.BS (Spesialis Bedah Syaraf). Sebelumnya Syakila telah melakukan tindakan ct-scan, konsul anestesi dan konsul neurologi anak yang dilakukan selama berhari – hari. Alhamdulillah rencana untuk dilakukan operasi hari Rabu tanggal 19 Juni 2019 besok. Jenis operasi akan dilakukan pemasangan VP Shunt, yaitu selang khusus yang dipasang didalam kepala untuk mengalirkan cairan otak ke bagian lain di tubuh agar mudah terserap ke dalam aliran darah. Bagian tubuh yang dipilih untuk mengalirkan cairan otak adalah rongga perut.

Menunggu Konsul Di Poli Bedah Saraf
Konsul Anastesi
Konsul Neurologi Anak

Bapak Bupati OKU Kuryana Azis juga menyempatkan datang mengunjungi dan bertemu langsung Bayi Syakila dan keluarganya. Bupati juga memberikan bantuan berupa uang untuk kebutuhan biaya pengobatan Syakila. Selain itu juga tambahan bantuan uang dari staf RSUD sebesar Rp 2.370.000 untuk Syakila. Keluarga juga mengucapkan banyak terima kasih melalui Perawat Diana atas bantuan yang telah mereka terima. Semoga Operasinya berjalan lancar, amin.

Kunjungan Bupati OKU, Kuryana Azis

NONTON BARENG

Hari selasa, 11 Juni 2019 merupakan hari yang bahagia bagi para staf RSUD Ibnu Sutowo. Pasalnya, pada tanggal tersebut seluruh petugas kebersihan, petugas keamanan dan portir dijanjikan oleh Ibu Direktur dr. Rynna Dyana Rahman untuk nonton bareng di Bioskop Platinum di salah satu pusat perbelanjaan di Baturaja.

Sebanyak lebih kurang 70 orang ikut serta meramaikan bioskop. Hadir juga Kepala Urusan Umum RSIS Ibu Hj.Iin Parlina, Kepala Humas Bapak Turipno dan staf sebagai pembimbing lapangan mereka. Dengan menggunakan seragam kaos putih, mereka dengan antusias datang ke bioskop setelah jam kerja selesai. Selama film dimulai dari pukul 15.45 wib – 17.45 wib, mereka juga mendapatkan minum dan snack yang disiapkan oleh bagian umum dan staf.

Harga tiket untuk satu orang sebesar Rp 25.000, semua biaya nonton bareng ini dibiayai oleh Ibu Direktur dr Rynna Dyana. Direktur juga menyampaikan pesan melalui media sosial WA “semoga kumpul – kumpul mereka ini bisa menghilangkan letih mereka sejenak”. Ucapan terima kasih juga disampaikan oleh seluruh staf yang ikut menonton. Mereka merasa terhibur dan bersenang – senang, ” semoga Ibu Direktur selalu sehat dan dilimpahkan rejeki” terselip doa dari mereka.

Penderita Hidrosefalus (1)

Hidrosefalus adalah penyakit yang terjadi akibat gangguan aliran cairan di dalam otak (cairan serebro spinal) atau akumulasi cairan serebrospinal dalam ventrikel serebral, ruang subarachnoid, atau ruang subdural. Gangguan itu menyebabkan cairan tersebut bertambah banyak yang selanjutnya akan menekan jaringan otak di sekitarnya, khususnya pusat-pusat saraf yang vital (wikipedia.org)

Bayi Saqila Natalia

Penyebab hidrosefalus pada kasus congenital banyak belum diketahui, beberapa kasus <2% berhubungan dengan kromosom X. Penyebab paling sering pada kasus acquired yaitu obstruksi akibat tumor, adanya trauma, perdarahan intrakranial, dan infeksi.

Di Kabupaten OKU tepatnya di Desa Laya Kecamatan Baturaja Barat, terdapat bayi yang berusia 10 Bulan dengan kepala yang berukuran besar atau dalam bahasa medisnya Hidrosefalus. Saqila Natalia nama bayi perempuan yang ditemui langsung oleh Bapak Bupati Kab.OKU, Drs.Kuryana Aziz beserta Direktur RSIS dr.Rynna Dyana dan Dokter Spesialis Anak dr.Dion Darius berkesempatan melihat secara langsung kondisi Bayi Saqila dan keluarganya. Bapak Bupati menyarankan untuk langsung membawa bayi tersebut ke Rumah Sakit Ibnu Sutowo agar dilakukan pemeriksaan dan pengobatan secara mendalam. Melihat Kondisi rumah dan perekonomian keluarga Bapak Ansori (orang tua Saqila) yang hanya seorang petani, Bupati OKU Kuryana Aziz langsung mengatakan kalau ia bersedia menanggung semua biaya pengobatan yang akan dilakukan oleh Bayi Saqila tersebut.

Selain bantuan dari Bapak Bupati OKU, keluarga bayi Saqila juga menerima bantuan dari peserta diklat PIM IV sebesar Rp 1.000.000,. Sumbangan dari SPK angkatan 15 Rp 400.000., dan dari Direktur RSIS dr Rynna Dyana beserta dr.Lidya Mayasari. Sumbangan yang terkumpul akan digunakan untuk biaya pengobatan di RS Palembang

IGD RSIS
Bapak Kuryana Aziz beserta Rombongan Manemui Bayi Saqila Natalia
Bapak Kuryana Aziz Memberikan Doa Kepada Bayi Saqila Natalia

Sesampainya Di Rumah Sakit, bayi tersebut diperiksa di ruang IGD dan ditempatkan diruang rawat inap anak. Dokter spesialis anak menyarankan bayi Saqila dirujuk ke Palembang. Dokter akan memastikannya dengan melakukan pencitraan melalui USG, CT scan, atau MRI. Pencitraan tersebut juga digunakan untuk mengetahui penyebab hidrosefalus dan adanya kondisi lain yang terkait dengan gejala pada Bayi Saqila. Mengingat Rumah Sakit belum menyediakan fasilitas pemeriksaan tersebut.

Penyerahan Bantuan Kepada Orang Tua Bayi Saqila Natalia dari Bapak M.Muslim,S.H.,M.Si sekwan DPRD dan Bapak Fahrizal Chandra, SP dari Disnaker OKU

Sambil melengkapi berkas seperti kelengkapan jaminan kesehatan BPJS, dan pelaporan di Dinas Penduduk dan Catatan Sipil. Bayi Saqila hanya tiga malam dirawat inap di Rumah Sakit dan dipulangkan lagi ke rumahnya. Dikarenakan jika Bayi terlalu lama di Rumah Sakit, kemungkinan resiko terkena infeksi nosokomial yang berasal dari Rumah Sakit.

Penyediaan Air Mineral Kesehatan Untuk Pasien

Rumah Sakit Ibnu Sutowo Baturaja sekarang telah menyediakan fasilitas air mineral kesehatan untuk para pasien yang dirawat inap diruangan. Tiap – tiap pasien diberi satu galon air mineral dengan ukuran 5 Liter dan 19 Liter bagi ruangan khusus dengan pH 8.5. Air mineral ini berfungsi juga untuk detoksikasi berbagai macam racun yang ada didalam tubuh manusia. Air mineral tersebut bisa langsung diisi ulang di bagian kantor Rumah Sakit. Semoga penyediaan air mineral ini bermanfaat untuk semua orang yang membutuhkan karena SEHAT ITU MAHAL.

Buka Bersama 1440 H

Direktur RSIS dr. Rynna Dyana R bersama Kabid Bina Pelayanan Keperawatan Dahlia SKM

Tanggal 17 Mei 2019 atau bertepatan dengan 12 Ramadhan 1440 H, staf RSIS melaksanakan Buka Bersama yang dihadiri langsung oleh Direktur Rumah Sakit Ibnu Sutowo dr. Rynna Dyana Rahman. Buka bersama yang diadakan oleh Bidang Bina Pelayanan Keperawatan ini mengajak seluruh Kepala Ruangan Rawat Inap dan Kepala Ruangan Rawat Jalan. Buka bersama ini bertujuan mempererat tali silaturrahmi antar staf Rumah Sakit.



PEMBERITAHUAN

KEPADA JASA LAYANAN POLIKLINIK MATA, PADA TANGGAL 09 Mei 2019 TIDAK ADA PELAYANAN POLIKLINIK SPESIALIS MATA DAN UNTUK LUAR KABUPATEN OKU AGAR TIDAK MERUJUK PASIEN MATA KE RSUD dr.H. IBNU SUTOWO BATURAJA. TERIMA KASIH

KIR Haji 2019

Laboratorium RSIS Baturaja tanggal 11 April 2019, diramaikan oleh Calon Jamaah Haji Kabupaten OKU. Mereka datang untuk memenuhi persyaratan pemeriksaan kedua kesehatan jamaah haji. sebelumnya pemeriksaan kesehatan tahap satu sudah dilakukan di Puskesmas sesuai dengan alamat tinggal calon jamaah haji. sekitar lebih kurang 329 calon jamaah Haji melakukan tes kesehatan sampai tanggal 13 April 2019.

Dokter yang bertanggung jawab memeriksa jamaah tersebut yaitu dr. H.Abdul rahman, dr. Hj. Murniati, dan dr. Yessiliana Joefen. Pemeriksaan jamaah Haji ini juga dibantu dari pihak Dinas Kesehatan Kab. OKU.

Pemeriksaan tersebut meliputi cek ulang darah jika sebelumnya ditemukan ada hasil darah yang tidak normal. calon jamaah Haji juga diberikan suntik vaksin meningitis untuk mengantisipasi bahaya virus yang berasal dari luar Indonesia. Hampir ± 90 % jamaah Haji dinyatakan sehat oleh Dokter dan bisa mengikuti tes kesehatan tahap selanjutnya di Palembang.