OUTBOND BANDUNG PANGANDARAN 2019

Tahun ini staf RSIS melakukan outbond yang sudah merupakan kegiatan rutin tahunan Rumah Sakit. Kegiatan outbond dilakukan di luar pulau Jawa, yaitu daerah Jawa Barat (Bandung dan Pangandaran) tanggal 3 -7 April 2019. Staf Rumah Sakit yang berangkat sebanyak ± 87 orang dengan menggunakan 2 bis besar. Staf yang berangkat merupakan perwakilan dari masing – masing instalasi yang ada di Rumah Sakit, dewan pengawas dan Dokter.

Perjalanan yang ditempuh ± 13 jam melalui jalur darat, akhirnya memasuki Kota Bandung pagi hari sekitar pukul 03.00 WIB, tepatnya didaerah Lembang sambil beristirahat menunngu waktu subuh.

Setelah sarapan dilanjut dengan rute perjalanan pertama menuju tempat wisata “The Lodge Maribaya”. Staf RS mencoba semua wahana yang ada, seperti sepeda gantung (zip bike), rumah pohon (sky tree), ayunan gantung (sky wing), balon udara dan masih banyak yang lainnya. Wahana yang tersedia aman dan menggunakan perlengkapan khusus. Disini staf menikmati pemandangan alam yang sejuk dan indah sambil berfoto dari ketinggian.

Perjalanan berikutnya menuju tempat pengrajin sepatu atau dikenal dengan daerah Cibaduyut. Sekitar siang hari, bis melanjutkan perjalanan ke tujuan utama untuk melakukan outbond yaitu Pangandaran ± 9 jam lamanya.

Hari berikutnya tanggal 5 April 2019, jadwal kegiatan dimulai dengan mendatangi Pantai batu Karas. Dengan menggunakan warna pakaian yang sama yaitu navy. Semua staf menikmati indahnya pantai yang bersih dan cuaca yang segar di pagi hari sambil berfoto bersama rekan dan sahabat. Tidak ketinggalan berbelanja di pusat oleh – oleh dan menghabiskan waktu di pantai sambil melihat sunset.

Outbond dimulai dihari terakhir jadwal kegiatan ditempat wisata Citumang Body Rafting. Ditempat tersebut menyediakan kegiatan yang hampir semuanya ikut mencoba, yaitu terjun bebas dari ketinggian ± 8 meter sambil menikmati aliran green valley. Airnya mengalir ke sebuah gua yang indah. Sungai ini dihiasi oleh bebatuan yang indah serta airnya yang berwarna kebiruan.

Kegitan lain seperti mengisi air dalam ember dengan wadah yang bocor, membuat lingkaran membentuk kelompok sesuai instruksi guide dan tangkap tarik jari tangan. Semua permainan tersebut bertujuan untuk lebih mengakrabkan bagi kebersamaan antar staf dan mengasah ingatan masing – masing individu untuk bisa lebih fokus lagi. Yang kalah dalam permainan mendapat hukuman. Semua staf menikmati perjalanan wisata alam yang menyenangkan. Terima kasih kepada Direktur RS dr. Rynna Dynna atas izin dan ide kreatifnya yang selalu memberikan reward untuk para staf agar bisa merefresh otak untuk bekerja lebih baik lagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.