Peraturan Yang ada di RSUD Ibnu Sutowo Baturaja

20151027_113614RSUD Dr. Ibnu Sutowo Baturaja memberikan peraturan tata tertib waktu kunjungan pasien yang ingin membesuk keluarganya yang dirawat agar dapat mematuhi peraturan yang telah di pasang di pintu masuk.

Rumah Sakit juga telah Memasang Peraturan dilarang Merokok bagi setiap pengunjung dan di wajibkan untuk tidak merokok di dalam lingkungan Rumah Sakit

Atas Kerjasamanya di ucapkan terima kasih.

Ibnu Sutowo, Sosok Dokter Serba Bisa

“Dalam mencermati kisah hidup Dr. Ibnu Sutowo, timbul pertanyaan, bagaimana mungkin seorang dokter dalam bidang kesehatan dapat bermatomorfose menjadi seorang prajurit , pengusaha, manajer, direktur dan menteri yang sukses ? benarkah pola piker , sikap dan tindakan seorang dokter telah mnejadi roh dalam tugasnya yang ruang lingkupknya jauh dari ilmu2 kedokterana

Dalam Gelaran Acara Bedah Buku Ibnu Sutowo Karya Ramadhan KH,Guru Besar Obstetri Dan Ginekologi FK Unair Prof. M. Dikman Angsar, dr.,Sp.OG sebagai salah satu pembicara didalamnya mencoba menterjemahkan pandangan beliau tentang seorang Ibnu Sutowo lewat kaca mata Profesi Kedokteran.

Diawal perjalanan, Ibnu Sutowo merupakan Alumni NIAS (Netherlands Indische Artesen School) pada saat itu, kemudian selepas pendidikan kedokteran di Surabaya, pada tahun 1940 Ibnu Sutowo bekerja sebagai dokter di Palembang dan Martapura. Setelah masa kemerdekaan, ia sempat bertugas sebagai Kepala Jawatan Kesehatan Tentara se-Sumatera Selatan (1946-1947). Hingga Pada tahun 1955, Sutowo ditunjuk sebagai Panglima TT-II Sriwijaya.

Prof Dikman Menyampaikan secara gamblang beberapa point positif yang melekat dalam diri seorang Ibnu Sutowo sebagai seorang dokter yang layak diteladani. Pertama, Bagi seorang dokter , kemampuan interpersonal menjadi salah satu kemampuan yang penting dalam menghadapi pasien dan masyarakat.

Banyak keluhan ketidak puasan pasien , umumnya terjadi akibat kemampuan hubungan interpersonal dokter yang tak mumpuni, dapat diprediksi , bagi setiap orang yang punya kemampuan hubungan interpersonal yang baik, akan sukses dalam kariernya.

Ibnu sutowo punya kemampuan bersosialisasi yang baik . karena Untuk dapat mencapai apa yang diimnginkan, yakni terjun di masyarakat, dan masyarakat sebagai pasien, diperlukan kemmapuan hubungan social yang baik.

Kedua,seorang dokter harus memilki good knowledge (pengetahuan kedokteran yang mumpuni). Dalam buku nya Ibnu Sutowo mengatakan ingin menekuni masalah kesehatan masayarajat, sebab baginya kesehatan masyarakat merupakan salah satu modal utama untuk menciptakan kesejahteraan masyarakat.Pada saat itu beliau sudah sangat community oriented , satu metode pembelajaran yang sekarang diajarkan di FK di Indonesia.

Dalam menjalankan tugasnya, dokter akan banyak melakukan banyak tindakan yang memakai komponen motorik tubuhnya, ini sering disebut dengan kemampuan keterampilan atau technical skill, ditinjau dari keterampilan motorik , kemampuan dokter bisa dibedakan apakah dia kompeten atau kapabel.

Prof Dikman menjelaskan, Kompeten artinya seorang dokter dapat melakukan tindakan dengan hasil baik pada situasi dan sarana yang ideal, sedangkan Kapabel adalah si dokter dapat melakukan tindakan dengan hasil baik pada situasi yang tak ideal (seadanya).

Dari hasil pengamatan, Ibnu sutowo adalah seorang yang kapabel, terbukti saat beliau melakukan pembedahan gawat darurat pada bambang utoyo saat musibah dilubuk lingau.Tangan kanan Bambang Utoyo hancur akibat granat yang dipegangnya meledak.

Operasi amputasi pada tangan beliau berhasil dengan baik, meski dengan sarana seadannya. Malah hasil operasi tangan beliau mendapat acungan jempol oleh dokter jerman.

Seorang dokter atau siapapun harus selalu siap menjalankan tugasnya dengan sarana seadanyaa ujar Prof. Dikman.

Dalam kutipan buku dijelaskan Tiadanya sarana dan berangkat dari modal nol, ibnu sutowo mengatakan “suatu latihan yang sangat bagus ialah bekerja dalam kondisi yang sangat memaksa kita, kita harus lakukan yang esensial, yang fundamental , sumber daya apa yang anda punya” Demikian kata ibnu sutowo.

Bagi Prof Dikman, Sosok Ibnu sutowo dapat menunjukkan keteladanan bagi generasi dokter yang akan datang , karena keberhasilannya dalam mengelola berbagai usaha yang rumit berdasarkan atas sadar atau tidak sadar- memakai pola pikir, pola sikap dan pola tindak seorang dokter, tidak harus berfikir linier, bila perlu berfikir zig-zag asal tetap berdiri diatas nilai- nilai fundamental seorang dokter (sumber : http://www.fk.unair.ac.id/)

RSUD Dr. Ibnu Sutowo Baturaja Beralih Status menjadi RSUD Tipe A

Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu terus meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui rumah sakit dan poliklinik yang ada. Kabupaten Ogan Komering Ulu yang saat ini telah memiliki dua rumah sakit besar, seperti RSUD Ibnu Sutowo dan Rumah Sakit Antonio Baturaja ditambah poliklinik yang ada, siap membantu masyarakat untuk memeriksa kesehatan. RSUD Ibnu Sutowo yang merupakan satu-satunya rumah sakit kabupaten yang memiliki lima unit alat pencuci darah atau hemodialisa, sangat diharapkan masyarakat untuk berobat.

Bupati OKU, Kuryana Azis kepada RRI, Senin (20/10/14) mengatakan, saat ini pihaknya sedangkan mengusulkan untuk alih status RSUD menjadi tipe A.
Sesuai dengan rencana kami akan memperluas rumah sakit ini menjadi type A namun belum terealisasi tapi lahan sudah siap, detail engineering desaign sudah dilakukan, tinggal menunggu dana dari pusat serta sebagai informasi di RSUD Ibnu Sutowo saat ini sudah ada 5 mesin alat pencuci darah untuk masyarakat, jelas Kuryana

Menurut Bupati, sejalan dengan peningkatan program kesehatan yang ada juga diiringi dengan program sekolah gratis yang sudah berjalan sesuai program Pemerintah Provinsi Sumsel.

Ditambahkan Kuryana, pihaknya sangat membutuhkan masukan masyarakat mengenai perkembangan pembangunan di Kabupaten OKU sehingga jika ada keluhan dan aspirasi masyarakat yang mendasar dapat segera direalisasikan bersama.

RSUD Kebanjiran Pasien Diare

Ruang rawat inap penyakit anak RSUD Ibnu Sutowo Baturaja, tak mampu lagi menampung pasien baru. Membludaknya, pasien anak dengan penyakit diare menjadi penyebabnya.

Direktur RSUD, Dr Harseno, melalui Kaur Humas, H Turipno SKM, saat ditemui membenarkan, sejak beberapa hari terakhir rumah sakit kebanjiran pasien anak. Pasien yang dirawat inap ini didominasi oleh penderita diare.

Oleh sebab itu, saat ini ruang anak tidak bisa lagi menampung pasien baru. Terpaksa kita menggunakan ruang kebidanan untuk menampung pasien. Itu pun belum mencukupi dan terpaksa pasien dipindah ke ruang rawai inap sementara sebelah ruang IGD. Itu juga sudah menggunakan kasur tambahan dilantai, karena semua bed penuh, urainya.

Turipno mengaku, diare telah mewabah sejak beberapa hari terakhir ini, penyebabnya karena faktor lingkungan dan makanan yang dikonsumsi balita, tidak bersih. Dan penyakit ini tak bisa dianggap remeh karena bisa menyerang secara aktif pada balita mulai umur 8 bulan hingga 1,5 tahun.

Bayi seusia ini masih menggunakan air susu ibu (ASI). Jadi untuk mengantisipasinya di rumah, ibu bayi harus makan makanan yang bersih, jangan sembarangan mengkosumsi makanan. Lingkungan juga harus selalu bersih. Tapi kita pastikan, kejadian ini bukanya kejadian luar biasa (KLB) hanya sekedar mewabah saja,