Buka Bersama 1440 H

Direktur RSIS dr. Rynna Dyana R bersama Kabid Bina Pelayanan Keperawatan Dahlia SKM

Tanggal 17 Mei 2019 atau bertepatan dengan 12 Ramadhan 1440 H, staf RSIS melaksanakan Buka Bersama yang dihadiri langsung oleh Direktur Rumah Sakit Ibnu Sutowo dr. Rynna Dyana Rahman. Buka bersama yang diadakan oleh Bidang Bina Pelayanan Keperawatan ini mengajak seluruh Kepala Ruangan Rawat Inap dan Kepala Ruangan Rawat Jalan. Buka bersama ini bertujuan mempererat tali silaturrahmi antar staf Rumah Sakit.



KEMERIAHAN KEMERDEKAN RI

Dalam rangka Kemerdekaan RI yang ke 74th, RSUD Ibnu Sutowo setiap tahunnya mengadakan perlombaan untuk memeriahkan hari kemerdekaan. Kali ini, ketua pelaksana perlombaan, Bapak Hadi Sukanto, S.Kep.,Ns.MPH mengadakan bermacam – macam perlombaan dari tanggal 14-15 Agustus 2019 kemarin. Acara yang dibuka oleh perwakilan Direktur RSUD Bapak Yuslim Sudarsono, SKM mengharapkan semua yang bertanding harus sportif dan semoga acara ini berjalan dengan lancar.

Bertempat di lapangan parkir RSUD, acara perlombaan dimulai, dengan kostum seragam berwarna merah mereka antusias menyaksikan perlombaan. Staf yang ikut bertanding ini adalah staf yang tidak sedang melakukan pelayanan di ruangan masing – masing.

Lomba pertama, memasukkan belut kedalam botol. Perlombaan ini diikuti oleh staf perempuan dan laki – laki. Tua muda ikut berlari menangkap belut, mengikuti aturan yang ditentukan. Ada yang terjatuh, ada yang tidak berani memegang belut, bahkan ada yang tidak terlihat takut sama sekali. Semua peserta bersemangat untuk menjadi yang terbaik.

perwakilan bina pelayanan keperawatan
perwakilan bagian penunjang
Perwakilan cleaning service

Lomba yang kedua, estafet melepas kaos dan sarung. Pelombaan yang kedua juga dibagi khusus laki – laki dan perempuan. Untuk laki – laki lomba melepas kaos, masing – masing grup terdiri dari 6 orang, siapa yang cepat melepas dan memakaikan kaos dengan temannya dialah pemenangnya. Untuk perempuan estafet memakaikan sarung dan memberikan sarung berikutnya kepada teman yang lain dengan tidak melepas genggaman tangan antara teman ang satu dengan yang lain.

Lomba yang ketiga, memindahkan air kedalam baskom. Perlombaan ini juga banyak peserta yang ikut, walaupun resikonya pasti baju akan basah. Mereka antusias menunggu perlomban ini. Memindahkan air ini dilakukan dengan estafet kebelakang dan teman yang paling akhir akan memasukkan air yang diterimanya kedalam baskom. Permainan ini yang paling seru, melihat semua anggota basah, bahkan air yang sampai akhir pun tidak terlalu banyak. Semua yang ikut menonton tertawa lepas, menghilangkan penat sejenak karena pekerjaan.

memindahkan air kedalam baskom
Bina pelayanan ikut berpartisipasi

Tim RINDU V dan RNDU II

Lomba yang keempat, dilakukan dihari berikutnya, yaitu membuat tumpeng tertinggi. Lomba ini juga diikuti sebanyak 24 grup perwakilan masing – masing ruangan. Membuat tumpeng ini, bukan hanya nasi sebagai bahan utamanya. Peserta boleh mengkreasikan bahan lain. Ada yang membuat tumpeng dari kue – kue jajanan pasar, ada yang bahan utama dari ubi dan disusun setinggi mungkin dengan hiasan yang menarik. Selain itu ada juga tumpeng dari agar – agar yang bertingkat, kue bolu yang diameternya lebih dari 50cm, tumpeng pempek, dan ada banyak juga yang berbahan dasar nasi dengan warna kreasi merah putih. Tim penilai dari bagian gizi RSUD, dan dua Dokter Spesialis ikut sebagai tim juri. Tumpeng yang sudah dinilai boleh dimakan oleh staf – staf yang hadir.

Tumpeng Ubi dari Farmasi
Tumpeng Pudding perwakilan RINDU V
Kabid Keperawatan dan Kasubbid keperawatan ikut berpartisipasi
Tumpeng Kue dari perwakilan RRI Mata
Tumpeng kue perwakilan RINDU I
Juara Kreasi Tumpeng Nasi dari Dokter – Dokter Umum
Juara HIburan Perwakilan RRI Anak dan Neonatus
Tumpeng pempek dari perwakilan PPATRS
Tumpeng Kue perwakilan Poliklinik
Juara hiburan tumpeng pudding dari Zall Kebidanan
Tumpeng nasi perwakilan RINDU IV
Juara Favorit II perwakilan Keuangan
Juara III Tumpeng Buah perwakilan Kamar Bersalin
Tumpeng nasi perwakilan RINDU IV
Tumpeng kue perwakilan RINDU II
RINDU I menghias tumpeng kue
Tumpeng ubi perwakilan Farmasi
Tumpeng kue perwakilan IGD
Juara Hiburan dari Poliklinik
Pemenang Tumpeng kreasi dari perwakilan RM
Tumpeng kue RINDU II
Perwakilan Kamar operasi
Juara kreasi pudding merah putih perwakilan RINDU V
Laboratorium dan BDRS
Juara Favorit I perwakilan Penunjang

Lomba yang kelima, joget bola dalam kardus. Perlombaan yang terakhir ini masih diminati oleh peserta lainnya, antara lain kepala ruangan juga ikut berjoget dan bersaing setelah memasak tumpeng.

Kepala Ruangan ikut berjoget dalam perlombaan
Karu Kamar Bersalin dan Zall Kebidanan
pemenang joget terheboh, Kasubbid Logistik Keperawatan
pemberian hadiah kepada para pemenang

Semua pemenang diberi hadiah berupa uang tunai. Hadiah terbesar yaitu juara I membuat tumpeng tertinggi sebesar Rp 1.000.000 di menangkan oleh Kantor Atas dengan konsep bolu tumpeng tertinggi dan terlebar, yang paling rendah Rp 100.000. Semoga semua yang hadir dan tidak ikut berpartisipasi pun tetap merasakan semangat kemerdekaan RI, MERDEKA!!

Kabid Bina Pelayanan Penunjang memberikan hadiah kepada pemenang lomba
Pemenang favorit lomba tumpeng
Pemberian hadiah lomba joget mengeluarkan bola
pemenang lomba kreasi tumpeng dan hadiah hiburan

“Empower Parents Enable Breastfeeding”

Masih dalam rangka Pekan ASI Sedunia, RSUD Ibnu Sutowo telah mengadakan acara sosialisasi ASI yang disampaikan langsung oleh Dr.dr Rosiana A.M. Sp.A. Acara yang dihadiri oleh masyarakat luar khususnya ibu – ibu hamil dan menyusui anaknya, serta didampingi oleh suami – suami yang turut mendukung pemberian ASI bagi anaknya.   
Lebih dari 50 peserta yang ikut hadir dalam acara ini
Dr.dr Rosiana,Sp.A bersama dr Yessiliana Joefen
Kata sambutan dari perwakilan Direktur

Dibuka dengan sambutan dari perwakilan Direktur RSUD dr.Yessiliana Joefen, beliau menyampaikan tentang pentingnya ASI Eksklusif dan IMD setelah melahirkan. Beliau berharap semua yang hadir  dan masyarakat awam lainnya akan lebih memprioritaskan lagi untuk memberikan ASI dari pada susu formula.

Narasumber Dr.dr.Rosiana Sp.A memberikan materi ASI dengan bahasa yang mudah dipahami oleh masyarakat. Beliau memberitahukan kalau “Menyusui eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan menjadi rekomendasi makanan terbaik, dilanjutkan dengan pemberian makanan pendamping ASI dan terus menyusui hingga usia dua tahun atau lebih (WHO)”.  

“Menyusui Bukan Sekedar Memberi ASI”

dr.Rosi menyampaikan materi seputar ASI
Banyak zat dan kandungan gizi ASI sebagai antibodi untuk bayi, baik untuk tumbuh kembang, mencerdaskan otak bayi, dan mengaktifkan saraf – saraf otak untuk bekerja lebih optimal. Selain untuk bayi, ASI bagus juga untuk ibu, diantaranya bisa merespon stres lebih baik, menurunkan penyakit jantung, DM, kualitas tidur lebih baik, menghambat 40 jenis sel kanker dan meningkatkan ikatan batin antara ibu dan bayi.

5 Kunci Sukses Menyusui :

  1. Kontak kulit bayi dengan kulit ibu segera setelah lahir.
    IMD adalah awal proses bagi bayi untuk menyusui, biarkan bayi berada di dada ibu selama lebih kurang 1 jam agar ia bisa mengenali dan mencari puting ibunya.
  2. Rawat gabung lahir.
    Jangan pisahkan antara ibu – anak setelah lahir, agar ibu bisa mengenali tanda lapar pada bayi, belajar merespon dan merawat bayi.
  3. Cegah pemberian susu / makanan tambahan tanpa indikasi medis
  4. Hindari penggunaan botol dot dan empeng
  5. Cari bantuan praktis atau bimbingan menyusui.
pertanyaan seputar ASI
Pertanyaan Apakah boleh mengkonsumsi suplemen penambah ASI??
Acara ini juga mengadakan tanya jawab dengan Dokter Rosi. Banyak ibu – ibu yang bertanya apakah ASI bisa basi?. Bolehkah ibu mengkonsumsi suplemen penambah ASI?.  Bagaimana cara memanaskan ASI perah yang baik?. Bagaimana jika persalinan SC mau menyusui langsung? Dan banyak pertanyaan lain nya. Semuanya dijelaskan oleh Dokter Rosi dengan jawaban yang dipahami oleh ibu – ibu. 
Selain pertanyaan, Dokter Rosi juga mempraktekkan cara menggendong bayi yang benar, karena posisi menyusui yang salah juga bisa menjadi penyebab bayi  tidak mau menyusui
Posisi menggendong bayi yang benar agar tidak salah ketika menyusui
Foto bersama Ibu – ibu yang membawa bayi
Suami juga mendukung pemerian ASI bagi bayi
Bersama ibu- ibu hamil
Pembagian balon dan souvenir sebagai ucapan terima kasih dari panitia
Seluruh panitia yang telah berhasil mensukseskan acara ini

“Menyusui Itu Simple dan Fleksibel”

SELAMAT HARI PEKAN ASI SEDUNIA TAHUN 2019 KAB.OKU

Dalam rangka Pekan ASI Sedunia (PAS) yang diperingati tanggal 1-7 Agustus 2019, RSUD mengadakan SIMPOSIUM ASI dengan narasumber Dr.dr.Rosiana A.M. Sp.A. Dalam simposium ini, Doktor Rosiana menekankan tentang pentingnya pemberian IMD setelah melahirkan, ASI eksklusif untuk bayi dan peran penting bagi ayah dalam memberikan dukungan ASI. Acara ini dikhususkan untuk ibu hamil dan menyusui, tidak dipungut biaya atau GRATIS dan mendapatkan bingkisan serta doorprize. Ayo daftar dan ikuti SIMPOSIUM ASI selasa 06 Agustus 2019 !!!

Sosialisasi Poliklinik Geriatri

dr. Miliyandra menyampaikan langsung tentang program poliklinik geriatri

Senin, 29 Juli 2019 poliklinik geriatri mengadakan sosialisasi dengan para pasien yang akan berobat di Poliklinik. dr.Miliyandra Sp.PD yang berbicara langsung menyampaikan tentang program yang ada di poliklinik geriatri. Program kedepannya mereka akan melakukan kunjungan ke rumah – rumah pasien yang membutuhkan perawatan dan tidak bisa datang langsung ke Rumah Sakit. Semoga dengan dibukanya Poliklinik ini, para lansia lebih terpantau lagi kesehatannya.

pasien yang mendengarkan sosialisasi
Kepala IRJA Siti Fatimah, AM.Keb dan Yusrima, SKM
Pemeriksaan dr.Miliyandra dengan pasien
Kunjungan Tim Geriatri ke rumah pasien


POLIKLINIK GERIATRI

RSUD Ibnu Sutowo Baturaja telah membuka pelayanan khusus lansia atau lanjut usia yaitu Poliklinik Geriatri dengan target pasien yang berumur 60 tahun keatas. Pelayanan dibuka setiap hari Sabtu di poliklinik dengan dr. Miliyandra, Sp.PD (Spesialis Penyakit Dalam) yang akan langsung memeriksa pasien lansia.

Tempat duduk khusus lansia yang tersedia di Poliklinik
sosialisasi dr.Miliyandra SP.Pd dengan staf RSUD

Target utama pelayanan geriatri ini tidak hanya menunggu pasien yang datang langsung ke Rumah Sakit saja, tetapi mereka juga akan mengunjungi rumah penderita yang membutuhkan perawatan atau pemeriksaan dari Dokter. Program Home Care ini berkolaborasi dengan Puskesmas Binaan yang terdekat dengan Rumah Sakit, yaitu Puskesmas Kemalaraja dan Puskesmas Sukaraya. Poliklinik ini juga telah mengadakan sosialisasi dengan staf Rumah Sakit, dan program selanjutnya akan mengadakan sosialisasi kembali kepada masyarakat luar.

Senam Anti Stroke, Hand Hygine Di Poliklinik

Stroke adalah suatu kejadian rusaknya sebagian dari otak. Terjadi jika pembuluh darah arteri yang mengalirkan darah ke otak tersumbat, robek, atau bocor. Stroke, atau cerebrovascular accident (CVA), merupakan hilangnya fungsi-fungsi otak dengan cepat, karena gangguan suplai darah ke otak. Hal ini dapat terjadi karena iskemia (berkurangnya aliran darah) dikarenakan oleh penyumbatan (thrombosis, arterial embolism), atau adanya haemorrhage (pendarahan) (wikipedia.org).

Pasien Poliklinik melakukan senam anti stroke

Salah satu pencegahan pasca stroke atau antisipasi penyakit stroke yaitu dengan Senam Anti Stroke. Senam stroke ini mampu mengembalikan aktivitas motorik hingga lebih baik lagi,” menurut fisioterapi RSUD Ibnu Sutowo, Eva Arleni, Rabu (19.06.2019). Kegiatan ini telah rutin dilaksanakan oleh Poliklinik RSUD Ibnu Sutowo setiap hari kamis pada jam kerja. Sasaran utama para pengunjung pasien Poliklinik yang sedang berobat. selain senam anti stroke,ada juga pengenalan tentang cuci tangan atau dikenal dengan Hand Hygine. Melalui Instruktur yang diajarkan oleh staf IPCN, semua pasien ikut serta melakukan langkah – langkah cuci tangan yang benar menurut WHO.

Langkah – Langkah Mencuci Tangan Menurut WHO

PBB melalui WHO sejak tahun 2008 menetapkan “Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia” (HCTPS) secara global setiap pada tanggal 15 Oktober setiap tahun. Cuci tangan adalah membasuh kedua telapak tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum dan sesudah melakukan tindakan dengan tujuan untuk menghilangkan kuman. Membiasakan cuci tangan sejak dini merupakan langkah awal untuk mencegah masuknya kuman dan resiko tertularnya penyakit.

Perawat Mengajarkan Langkah – Langkah Cuci Tangan